Sayangku,
Bertemu denganmu adalah sebuah keajaiban, cahaya yang tiba-tiba hadir dan menghidupkan kembali jiwaku yang sempat redup. Sayang, mungkin aku tak pandai berkata banyak, namun dalam tulisan ini izinkan aku mencurahkan isi hatiku yang selama ini kusimpan rapat-rapat. Semua berawal dari diamku, ketika aku menyukaimu tanpa seorang pun tahu, bahkan sahabat dekatku sekalipun. Hanya Tuhan yang menjadi saksi, pada-Nya kusebut namamu dalam doa, menjadi harap agar jika engkau baik untukku, semoga Dia dekatkan, dan jika tidak, biarlah Ia menjauhkan. Namun ternyata jawaban dari doa itu adalah pertemuan kita. Aku pernah mengira akulah yang lebih dulu menyukaimu, ternyata aku salah, karena matamu sudah lebih dulu menemukanku, dan bibirmu pernah bertanya lirih kepada orang lain tentang diriku. Sejak saat itu aku percaya, ada rencana indah yang sedang digenggam oleh semesta. Rasa yang semula hanya kusembunyikan dalam diam, ternyata bertemu dengan rasa yang sama darimu, lalu dibalut oleh pen...